PUISI seorang korban PHP kronis

Aku  bukanlah sebuah intan yang selalu terpancar dalam hati setiap insanDan aku bukan pula ahli sastrayang punya banyak katayang dapat membuat dirimu terpanaNamun aku punya perasaanyang dapat merasakanapa yang ada 

dan apa yang bukan menjadi milikkuSering kali aku melafalkan namamu dalam sepikuterdengar halus namun  jelas di hatiHatiku selalu menyelipkan tanyatentang perasaan yang menggebudan tentang rindu yang tenggelam dalam mimpiAku selalu memutar otakkuhanya untuk membuat kau tersenyum padakuMungkin itu hanyalah ambisi diriAku hidup di dunia nyatadan ambisi itu sama sekali tak kau hiraukanKau seperti gitar yang tak bernadaSetiap kali aku mencoba memetiknyaseakan tak ada alunan yang mengiringinyaAku percaya bahwa cintaakan menemukan jalannyatak perlu kita yang menuntunnyaDan kau adalah nadayang terdengar jelas di hati inidan alunan yang aku ciptakan sendiritanpa membutuhkan petikan gitaryang keras untuk mengiringinya